Logo Saibumi

Kekuatan Distributor Daerah Untuk Membangun Rantai Pasokan Alat Kesehatan Dalam Negeri 

Kekuatan Distributor Daerah Untuk Membangun Rantai Pasokan Alat Kesehatan Dalam Negeri 

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Asosiasi Perusahaan Alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) Indonesia dan Kadin Indonesia bersepakat mendorong untuk membangun rantai pasok alat kesehatan dalam negeri. Hal itu untuk mendukung kemandirian Alat Kesehatan (Alkes). 

 

Hal tersebut disampaikan, Ketua Umum Gakeslab Indonesia, Sugihadi, saat Musyawarah Provinsi VI GAKESLAB Indonesia Provinsi Lampung di Novotel Bandar Lampung, Kamis, 15 Juni 2023. 

BACA JUGA: Walikota Bandar Lampung Resmi Membuka Festival Kreasi Masakan Berbahan Baku Tahu-Tempe 

 

“Kadin Indonesia, sebagai organisasi induk Gakeslab Indonesia menyerahkan white paper (buku putih) kepada Kementerian Kesehatan. Berisi beberapa rekomendasi penting untuk membangun kemandirian alkes, salah satu membangun rantai pasok dalam negeri melalui distributor daerah," kata 

 

Lebih lanjut ia menuturkan, Gakeslab Indonesia juga mendorong Pemerintah untuk mempertimbangkan masuknya peran distributor daerah dalam RUU Kesehatan yang sedang berproses.

 

"Sejak adanya dorongan kuat untuk beralih kepada produk alkes dalam negeri, banyak distributor di daerah yang kehilangan sebagian atau seluruh sumber penghasilannya," jelasnya. 

 

Kemudian, Sugihadi melanjutkan, alat kesehatan impor yang biasa menyalurkan tidak lagi dapat dibeli Rumah Sakit Pemerintah karena pembekuan di dalam Katalog Elektronik. Sementara mereka tidak memiliki akses kepada produk pengganti di dalam negeri. 

 

“Saat yang sama, produsen alkes dalam negeri, baik berskala kecil dan menengah mengalami kesulitan dalam membangun rantai pasok untuk produk. Padahal, Indonesia sangat mengandalkan peranan distributor daerah untuk memeratakan penyebaran barang dan jasa secara cepat dan efisien," ujarnya.

 

Dilanjutkannya, pengiriman barang dalam jumlah kecil ke tempat yang jauh tidak mungkin efisien dari pada menggunakan jasa distributor. Sebab, menyimpan stok produk dan siap melakukan layanan purna jual.

 

“Sentralisasi distribusi ini dapat menyebabkan diskriminasi terhadap pasokan alkes karena produsen alkes akan memilih untuk melayani rumah sakit yang masih dapat terjangkau secara efisien," ujarnya.

 

Selanjutnya, Sekretaris Jenderal Gakeslab Indonesia, dr. Randy H. Teguh, mengatakan sentralisasi rantai pasok menjadi tindakan yang kontraproduktif terhadap program pemerintah untuk melakukan pemerataan pendapatan dan harga.

 

“Pembangunan rantai pasok distributor alkes dalam negeri akan menghidupkan ekonomi daerah. Hal itu dari kegiatan distributor alkes dan bangkitnya industri pendukung lainnya. Kegiatan ini akan memberikan penghasilan berupa pajak kepada pemerintah daerah," kata Randy.

 

Menurutnya, proses itu memiliki efek ganda (multiplier effect) yang dapat mempercepat pembangunan ekonomi daerah secara nyata.

Namun, distributor alkes justru sering kali dianggap sebagai calo atau mafia dengan framing menyesatkan. 

 

Hal itu penyebab mahalnya harga alkes dalam negeri. Sehingga membuat munculnya arahan dari beberapa pihak agar rumah sakit pemerintah membeli langsung dari produsen.

 

Dia menilai mudah dalam membedakan distributor dengan calo. Distributor memiliki fasilitas distribusi dan kemampuan menjalankan distribusi, seperti penyimpanan, pengiriman, layanan purna jual, edukasi atau pemberian informasi kepada pengguna produk. 

 

Sedangkan calo tidak memiliki fasilitas dan kemampuan, melainkan hanya mengandalkan jejaring dan kemampuan lobi untuk mendapatkan proyek. Biasanya terkait erat dengan suap-menyuap.

 

“Untuk itu, Gakeslab hadir di 23 provinsi se Indonesia, termasuk Lampung, untuk membina distributor daerah menjadi profesional yang berintegritas," kata dia.

 

Anggota organisasi itu menerima pembinaan dalam berbagai bidang, khususnya cara distribusi alkes yang baik (CDAKB) dan cara produksi alkes yang baik (CPAKB). 

 

"Kami saat ini mitra pemerintah untuk menyelenggarakan pelatihan-pelatihan kunci, seperti pelatihan penanggung jawab teknis (PJT) CDAKB dan CPAKB, serta acara-acara lain yang bermanfaat untuk membangun kompetensi distributor daerah," katanya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Prov Lampung Reihana Wijayanto menambahkan, pihaknya mensupport kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini. 

 

"Kami dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tentu sangat mensupport, kegiatan hari ini musyawarah provinsi, dan tugas kami adalah dari dinas kesehatan provinsi Lampung ialah untuk melihat bagaimana cara distribusi alat kesehatan yang baik," pungkasnya. 

 

"Dan ini kami terus bekerjasama dengan Gakeslab karena ada tercatat di kami baru 35 perusahaan dan distributor yang terdaftar dan yang punya CDAKB baru 9, jadi tugas kita itu masih cukup berat tapi kalau kita bersama-sama insyaallah tidak berat. Nanti bersama Gakeslab dan asosiasi kita berusaha untuk semua distributor bisa terdaftar," tandasnya. (*)

BACA JUGA: Walikota Bandar Lampung Resmi Membuka Festival Kreasi Masakan Berbahan Baku Tahu-Tempe 

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA